Kronologi Singkat Sengsara Yesus

April 3rd, 2007 by milles-christi

Passion Beberapa tahun lalu, kita melihat film arahan Mel Gibson tentang Passion of Christ. Passion berasal dari kata latin patior yang berarti" to suffer/untuk menderita".  Penemuan Arkeologi ditambah dengan pengetahuan medis sekarang ini memberikan  gambaran lebih jelas tentang bagaimana Yesus menderita untuk mencintai kita.

Dari taman Getsemani, kita tahu bahwa Yesus berdoa dengan sangat menderita(Luk 22:44) sampai keringat berubah menjadi darah.  Medical science membuktikan bahwa seseorang dapat mengeluarkan keringat darah waktu dalam keadaaan yang sangat emotional.  Kondisi ini dinamakan" Hematidrosis atau hemohidrosis".  Ini dikarenakan oleh pendarahan pada kelenjar keringat.

Bapa di Surga tidak pernah meninggalkan dia, dan Dia mengirim malaikat untuk memberikan kekuatan.(Luke22:43)

Yesus dibawa kepada para imam2 kepala dan Kaifas. Dia dihukum mati disitu karena dia menjawab pertanyaan mereka. Kata Yesus" soon you will see the Son of Man seated at the right hand of the Power and coming on the clouds of Heaven (Matius 26:64).  Disini dia dihukum mati karena penghinaan/penghujatan terhadap Tuhan menurut imam2 kepala. Disitu Dia ditampar, diejek, dipukuli. Biarpun mereka menjatuhkan hukuman mati kepada Yesus, tetapi Imam Kaifas tidak mempunyai wewenang untuk melaksanakan hukuman tersebut.  Maka dari itu mereka berbondong2 datang ke Pilatus sang Gubernur Roma. Karena Gubernur punya wewenang untuk melaksanakan hukuman mati.

Tapi kalo kita perhatikan, betapa curangnya imam2 kepala dan yang lain didepan Pilatus.  Mereka menuduh Yesus: mengajak orang tidak membayar pajak, menyesatkan bangsa, dan mengaku sebagai Raja"

Tentang tuduhan sebelumnya yaitu "menghujat Allah" tidak diungkit2. Karena apa? karena Pilatus tidak perduli kalo ada orang mengaku bahwa dia anak Allah atau seorang nabi.  Pilatus sebagai gubernur Roma perduli kalo ada orang yang mengganggu integritas bangsa Roma, masalah pajak, penghasutan/provokasi, pengerahan massa, dll. Sama sperti tugasnya Sutiyoso, dia tak akan perduli kalo ada orang mengadukan bahwa seseorang mengaku sebagai anak Allah. Tetapi sebagai gubernur Jakarta, dia perduli kalo ada orang yang melakukan provokasi atau pengerahan massa yang mengganggu Jakarta, atau orang yang membuat banjir.

Jadi Pilatus tidak bisa menjatuhkan hukuman apa2 tetapi karena desakan para demonstran, akhirnya dia menjatuhkan hukuman cambuk.  Cambuk yang digunakan adalah seperti yang di film Passion of Christ arahan Mel Gibson. Ada beberapa macam cambuk, tapi yang biasa yang digunakan adalah cambuk yang rada pendek( flagrum atau flagellum) dengan duri/semacam kail yang terbuat dari tulang atau cangkang kerang.  Biasanya orang yang dicambuk dilucuti bajunya dan disuruh tengkurap. dicambuk bagian punggung, pantat, dan kaki.  Kulit dan daging akan terkelupas meninggalkan luka2 yang dalam dan mengalami pendarahan.  Mereka(para algojo) mengatur /menghitung berapa kali cambukan  agar tidak mati dari pendarahan yang berlebihan dan tahan sampai orang itu disalib.

Bukan cuman cambuk, Yesus juga dimahkotai duri, diludahi, dan terus diejek.  Yesus mengalami dua penyiksaan yaitu secara jasmani dan psikologis yang lengkap. Salib adalah hukuman yang paling hina dan juga secara psikologi, Yesus difitnah dan juga ditinggalkan oleh teman2nya/murid2nya. Ini membuat moral seseorang menjadi drop dan kita tahu bahwa tubuh dan jiwa bersangkutan satu sama lain.  Tubuh tersiksa kalo jiwa tersiksa dan sebaliknya. Bangsa Roma telah menyempurnakan metode penyaliban ,yang mungkin awalnya dari Persia, untuk membuat mati yang amat perlahan dengan sakit yang sangat. Kita tahu bahwa salib adalah hukuman yang paling hina dan untuk penjahat kelas berat saat itu. Hukuman ini sangat hina sehingga ada peraturan di pemerintahan Roma sekitar tahun 43 BC yang menyatakan bahwa penduduk ber-KTP Roma tidak akan menerima hukuman salib biarpun layak.  Karena itu Santo Paulus yang ber-KTP Roma dihukum penggal bukan disalib.

Untuk lebih menyengsarakan, Yesus memanggul salibnya. Tapi karena berat salib itu sekitar 150 kg, biasanya yang dihukum cuman membawa kayu horizontalnya saja(patibulum) yang berberat sekitar30-70 kg).  Kayu yang vertical biasanya sudah disediakan ditempat eksekusi.  Pengawal/prajurit Roma membawa titulus yang memperlihatkan nama dari terdakwa dan kejahatannya yang kemudian dipaku disalibnya.

Waktu sampai ditempat eksekusi, hukum Roma waktu itu mengatakan bahwa seharusnya terdakwa diberikan anggur asam yang dicampur dengan empedu yang berkasiat sebagai analgesic/pereda rasa sakit.

Yesus kemudian disalib, tangannya direntangkan diatas kayu yang dia bawa, dipaku oleh paku yg panjangnya 7 inch dan diameter 3/8 inch( 1 inch =2.54 cm).  Pakunya dipalu diatas pergelangan tangan untuk support the body weight(kalo ditelapak tangan kurang bisa support body weight).  Demikian juga dengan kakinya, dipaku dan disandarkan pada sandaran kaki yang kecil.

Selama dikayu salib, masyarakat tidak berhenti2 mengejek…jadi siksaan psikologi juga terus berlanjut. Siksaan psikologi juga terjadi saat Yesus ditelanjangi didepan orang banyak tanpa satu helai benang pun.  Untuk menambah beban psikologinya, kadang tentara2 Roma menghadirkan anggota keluarga untuk menontonnya.  Selama dikayu salib, biasanya mereka digantung (tergantung tahannya sampai kapan)tetapi biasanya berkisar dari 3 jam sampai 3 hari.  Sambil kesakitan, lalat dan serangga biasanya hinggap pada luka2 orang yang disalib, pada matanya, hidung telinga,dan kadang burung pemakan daging juga hinggap.

Lama kelamaan orang yg disalib mengalami trauma dari cambukan2 sebelumnya yg mengeluarkan banyak darah, kehausan yang sangat. Sehingga akhirnya badannya yang ditopang oleh kakinya menjadi lemas dan hilang kekuatan. Sehingga badannya menarik kebawah dan karena kakinya sudah lemas, maka sekarang giliran tangan yang dipaku yang support the body weight. Tetapi karena posisi ini sangat menyakitkan, biasanya  posisi sperti ini juga mengakibatkan kesulitan untuk bernafas. Sehingga dia mati perlahan2  dan tentara2 Roma yang ingin mempercepat proses kematian sang terhukum biasanya mematahkan kedua kakinya. Tapi dalam hal ini Yesus tidak dipatahkan kedua kakinya karena ada tertulis nubuat tentang Yesus dikitab suci" Kedua kakinya tidak akan dipatahkan". Ini sejalan dengan peraturan paskah perjanjian lama dimana mereka harus mempersembahkan domba yang tidak bercacat dan tidak ada tulang yang patah. Yesus adalah domba paskah perjanjian Baru. Dulu Tuhan memberikan keselamatan kepada semua rumah yang pintunya dilumuri darah domba paskah, sama dengan sekarang, Tuhan juga memberikan keselamatan yang sempurna kepada setiap mereka "dilumuri" oleh darah anak domba perjanjian baru, yaitu Yesus sendiri.

Setelah kelihatan meninggal, biasanya para prajurit memastikan dengan menusuk lambung sang terhukum dengan tombak. Yesus mengeluarkan air (pericardial fluid) dan darah setelah ditombak.

Dan mayatnya biasanya dibiarkan disalib sampai dimakan binatang/ busuk. Tetapi hukum Roma memperbolehkan pihak keluarga untuk mengambil mayatnya dan dikuburkan seizin dari Gubernur Roma.  Dalam kisah Yesus, Yusuf meminta Izin kepada Pilatus.

Katekismus Gereja Katolik mengatakan
"Sinners were the authors and the ministers of all the sufferings that the divine Redeemer endured".  Kita lah sebabnya Yesus mau melakukan semuanya itu, karena kita. Dia sangat mencintai kita, dan setiap dosa2 kita, yang kecil yang besar, kita menyalibkan Yesus dan menyiksa Dia dihati kita.

Waktu dimisa kita harus mengenang kembali apa yang Tuhan Yesus jalani untuk kita semua.  Kalo ada orang yang bilang kenapa saya fanatik( dalam konteks positif) terhadap agama saya, alasan saya hanya satu yaitu karena Tuhan saya begitu fanatik(positif) mencintai saya!

Sumber dari Buku Fr. Pavone "What is Cruxifixion" , Scott Hahn "Lamb Supper" dan tambahan penghayatan individu.

Gambar diambil dari www.thepassionofthechrist.com/

The Bread From Heaven(Meaning of Christmas)

December 15th, 2006 by milles-christi

Path_home_christmas_4 Katekismus Gereja Katolik artikel 1524 mengatakan”…Ekaristi kepada orang yang berada diambang kematian, adalah sebagai bekal perjalanan.” Juga di Yohanes 6:54 Tuhan berkata “Barangsiapa makan dagingku dan minum darahku,ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir jaman”. Kapan kita makan daging Tuhan dan minum darahnya? Bukankan itu kanibalisme? Tapi Yesus sendiri berkata “ Akulah roti hidup yang telah turun dari surga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama2nya, dan roti yang kuberikan itu ialah dagingKu” (Yoh 6:51) Perkataan diatas memang aneh, di ayat 52 orang2 Yahudi saja sampai bertengkar “gimana kita bisa makan dagingNYA” tapi Yesus sampai mengulangnya sampai 4 kali di ayat berikutnya. Pada tata bahasa/grammar Aramaic, apabila ada sesuatu hal yang penting yang harus dikatakan, maka mereka mengulangnya sampai 2 atau 3 kali. Contoh Yesus sering bilang…Amen, Amen I say to you. Kalo ditranslate dalam bahasa inggris atau Indonesia adalah….Amen bener! atau really amen. Kita mengenal kata really, very, sangat, benar-benar untuk menekankan sesuatu hal. Tapi mereka hanya mengulangnya beberapa kali untuk menekankan sesuatu hal. Jadi kalo Yesus mengulang sampai 4 kali…berarti tentang “akulah roti dari surga dan barangsiapa makan dagingku mempunyai hidup yang kekal” adalah sesuatu hal yang sangat, amat, bener2, luar biasa penting sekali.

Ok…apa hubungannya sama Christmas sekarang? Seperti Yesus sendiri katakan, “Akulah Roti yang telah turun dari Sorga”, semua tak menyangka kalo Yesus dilahirkan di Bethlehem. Padahal para philosopher bangsa Yahudi percaya bahwa Mesias itu sungguh besar dan agung, akan datang dalam segala keagungannya. Jadi kalo zaman itu mungkin orang mengira Yesus akan dilahirkan dikota2 besar seperti Roma atau Atena. Contoh zaman sekarang…mana ada orang yang tinggi kedudukannya atau yang kaya dilahirkan di puskesmas? Pasti mereka memilih rumah sakit2 yang paling hebat. Tak ada yang kebetulan memang, Bethlehem adalah kota yang terkecil dari antara kota2 di Yehuda dan yang sudah dinubuatkan oleh Nabi Mikha abad 800 B.C “ Tetapi engkau, hai Bethlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum2 Yehuda, daripadamu akan bangkit bagiku seorang yang memerintah Israel…” Juga kata Bethlehem berarti “The House of Bread”! Tema Jesus is the bread of life sudah sangat kental sejak dia dilahirkan.

Yesus dilahirkan dalam kesederhanaan yang sangat, di kota yang terkecil, dan dibaringkan bukan dikasur tapi di palungan( tempat makanan binatang). Pertama, Yesus dekat dengan orang2 miskin dan tertindas dan karena merekalah Yesus datang. Jeritan orang2 tertindas, yang diperlakukan tidak adil, orang kecil selalu sampai pada telinga Tuhan dari zaman mereka diperbudak di Mesir sampai zaman kita sekarang tahun 2006-2007. Orang2 masih banyak yang di- “outpowered” oleh mereka2 yang besar. “The big ones eat the small ones” itulah yang terjadi sampai saat ini. Kadang yang kecil nggak bisa apa2…kalo mereka mau membela diri dan ngomong, bisa semakin runyam; dipendam juga membuat sesak didada. Yang mereka bisa hanya berharap pada Tuhan. Justru karena mereka berharap mereka tidak dikecewakan (Roma 5:5). So we need to respect the poor ones and the oppressed ones because they are close to God!

Kita lihat dari jaman perbudakan Mesir…akhirnya Tuhan membebaskan mereka lewat mukjijat yang besar dengan menyebrangi laut merah lewat pimpinan Musa. Akhirnya mereka berjalan ke tanah Kanaan/tanah yang dijanjikan Tuhan yang berlimpah madu dan susu. Tapi dalam perjalanan di padang gurun, mereka kelaparan dan bersungut2. Lalu Tuhan menurunkan manna/roti dari surga agar mereka bisa makan dan melanjutkan perjalanannya ke tanah perjanjian. Yesus yang telah bangkit telah membebaskan kita dari perbudakan dosa. Sekarang ini, kita juga berjalan ke tanah perjanjian yang baru yaitu Surga. Perjalanan ini nggak gampang, sayalah saksinya J oleh karena itu kita perlu makan manna/ the bread from heaven sebagai bekal perjalanan kita menuju Surga supaya bisa sampai. And Jesus is the Bread of heaven, he is utterly present in Eucharist! Yesus adalah makanan! Ingat waktu dia bilang “dagingku benar2 makanan” di Yoh 6:55? Palungan (tempat makanan hewan) menunjukan secara implisit bahwa Ia adalah makanan.

Kenapa ditempat makanan hewan? Kan Dia “makanan” bagi umat manusia? Bukan bagi hewan? Seperti yang telah dinubuatkan oleh nabi Yesaya sekitar abad 800-an juga sebelum masehi dikatakan di Yesaya 1:3 “keledai mengenal palungan yang disediakan tuannya tetapi umatKu tidak memahaminya”. Palungan juga menggambarkan rejection dari umat manusia sehingga Tuhan tidak mendapat tempat dihati manusia. Sampai sekarang, masih banyak orang yang tidak menerima dia dalam hidupnya. Seorang yang ingin menyelamatkan kita, kita biarkan dia kedinginan diluar dan tidak dipersilahkan masuk dan makan bersama2 kita (Wahyu 3:22).

Secara singkatnya, karena tak mungkin dibahas secara detail disini, manusia dari jaman baheula sampai sekarang ini membutuhkan Dia yang bisa membebaskan kita dari ketidakadilan, penindasan, perbudakan, kesedihan, kepahitan hidup, dosa, dan tangis. So far, belum ada satu presiden pun atau orang kuat didunia ini yang bisa membebaskan kita dari itu semua. Ok… let’s say ada satu orang yang bisa membahagiakan semua orang di dunia ini, tapi adakah yang bisa membebaskan kita dari kematian? Bahagia akan sirna dengan datangnya kematian. Fakta: Sejak manusia jatuh dalam dosa, we lost the key to open the gate of heaven “ Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkannyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala2 dan menyambar2 untuk menjaga jalan ke Pohon kehidupan” ( Kej 3:24). Yesuslah yang mendapatkan kembali kunci gerbang surga yang dijaga malaikat2, sehingga kita bisa hidup kekal dan masuk kembali ke taman Firdaus. Memang Roh manusia diciptakan kekal…tapi masih ada 2 pilihan: ke Neraka atau ke Surga…hayo pilih mana? J. Oleh Yesus kita bisa pulang lagi ke surga!

Jadi sekarang marilah kita membayangkan sejenak………hening sejenak kalo perlu, dan mari sama2 bayangkan imajinasi dibawah ini: Apabila kita dalam keadaan terdesak, bakal meninggal, karena terkunci didalam suatu ruangan rapat yang terbakar. Badan sudah terasa panas, jantung sudah dag-dig-dug, sebagian rambut ada yang sudah terbakar, memory kita sudah flash back, telah terlintas apa yang akan terjadi setelah kita mati. Dan kita terus mencari kunci untuk membuka pintu keluar diruangan itu. Api semakin membesar, kita sulit bernafas karena asap, badan kita sudah lemas, dan tiba2…kita melihat kunci yang kita cari2 dari tadi. Bagaimana perasaan kita? Itulah sebetulnya arti Natal bagi kita! Makanya malaikat memberikan nama “Yesus” Yehosua dalam bahasa ibrani yang berarti “Allah menyelamatkan”! Maranatha! & Have a blessed Christmas!

Ps: Don’t say happy holidays seperti yang digencarkan sekarang ini, karena bagi kita adalah Holyday!

In His so Beautiful Love, Ernest Basarah

Be A Childlike not Childish

October 12th, 2006 by milles-christi

SalJesus_and_the_childah satu karunia yang luar biasa yang manusia dapatkan adalah akal budi.  Dimana dari semua mahluk ciptaan Tuhan didunia ini, yang punya akal budi hanya manusia.  Kita bisa berpikir, belajar, rationalize, mempertimbangkan sesuatu dengan cermat lewat akal budi kita.  Dengan akal budi, kita bisa berpikir apa yang terbaik untuk masa depan kita, langkah apa yang harus diambil, resiko apa yang harus dihadapi, untung atau ruginya apa, dan lain2.  Statistik mengatakan umur 20-40 umumnya adalah dimana seseorang banyak beruji coba dalam kehidupannya atau masih belum stabil. Entah itu masalah jodoh, pekerjaan, keluarga, tempat tinggal, atau yang lainnya. Disaat2 ini, banyak keputusan2 besar yang harus diambil, maka akal budi kita akan bekerja keras diwaktu ini.  Sangking kerja kerasnya, kadang2 nggak tau mau milih jalan A, B, C, D atau E; bingung mana yang paling baik. Skenario2 kita susun semuanya, kalo ambil A…apa yang akan terjadi, kalo B atau C dan seterusnya.  Biasanya kalo sudah begini, ketakutan, pusing, stress, khawatir, dan uban di rambut nggak kalah kerja kerasnya sama akal budi:)ada orang yang sampai nggak bisa tidur karena khawatir akan masa depan entah itu urusan jodoh, ekonomi, atau sekolah. 

Akal budi adalah the great gift but the great gift is not complete without the Giver.  Tuhan memberikan kita akal budi bukan untuk supaya berdiri sendiri dan independen dari Tuhan tetapi supaya kita bisa "melihat" Tuhan lewat segala karyanya.  Katekismus gereja katolik mengatakan dengan akal budi manusia dapat mengenal Allah 39

Jadi akal budi manusia untuk berpikir harus diselaraskan dengan pengenalan akan Tuhan.  Contoh dalam hal kekuatiran akan masa depan seperti yang diatas: kemampuan kita akan berpikir tentang jalan mana yang harus ditempuh agar masa depan kita cerah harus diselaraskan dengan pengenalan akan Tuhan. Karena kalo kita mengenal Tuhan, maka kita tak perlu khawatir karena Tuhan berfirman di Yeremia 29:11" Sebab Aku ini mengetahui rancangan2 apa yang ada padaKu mengenai kamu,…yaitu rancangan sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan."

Yesus berulang kali menyebut murid2nya " Children" dan mengajarkan mereka untuk doa kepada Tuhan "Bapa kami yang ada di Surga….".  Di Matius 18:3 Yesus mengatakan" …sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk kedalam kerajaan Sorga." Ada apa dengan title "anak kecil"? dan apa hubungannya dengan kerajaan Sorga?

Kalo kita lihat, karakter anak kecil adalah…dia sangat dependen dengan orang tuanya.  Mereka hanya bermain2, bekerja sebisanya atau sebaik2nya dan selanjutnya mereka selalu minta tolong kepada ortunya.  Pernah lihat anak kecil yang sibuk pasang mainan barunya?, tapi ternyata mainan barunya rada rumit. Setelah dicoba2 sebisa dia dan dengan penuh konsentrasinya sehingga jidat berkerut2 padahal masih anak2:), akhirnya dia nyerah.  Saat sibuk masang mainan baru, jangan harap dia bisa diajak ngomong…karena terlalu seru.  Tapi biasanya nggak lama lagi atau sebentar lagi mereka nyerah dan manggil2 papanya atau mamanya untuk pasangin mainan barunya.  Kalo anak udah besar atau mungkin remaja…kecil kemungkinannya untuk panggil ortunya…karena mereka suka gengsi atau merasa lebih pinter dari ortunya:). Kecuali kalo udah kepepet banget, mereka nggak bakal minta bantuan.

Sama halnya dengan kita, kadang sering kita terlalu bersusah2 payah sendiri dan menggunakan kekuatan sendiri untuk berpikir untuk masa depan kita, sampai2 khawatir atau stress. Sometimes kita berlagak dewasa( dalam iman) dalam mengarungi kehidupan ini. We forgot to be a childlike and calling out help to our Father.  Bukan dengan akal budi atau sikap yang kekanak2an tapi dengan iman yang seperti anak kecil.  Seperti contoh diatas, anak kecil sangat dependen dan mempunyai kepercayaan penuh, bener2 percaya, bahwa kalo memanggil papanya untuk membantu memasang mainan barunya, maka papanya akan melakukan dan menyelesaikan.  We should believe the same, when we call out "our Father" we should also rest assured that He will do the rest where we left off and complete the work so that it will be beatiful on your eyes, Amin!

Batuk dan Merokok

August 31st, 2006 by milles-christi

Cigar Kalo diadakan survei diantara orang Kristen, siapakah yang percaya akan Yesus Kristus? pasti jawabannya banyak yang percaya.  Sebagai pengikut Kristus-Kristen-percaya saja belum cukup. Karena Iblis pun percaya akan adanya Tuhan dan mengakui bahwa Yesus Kristus adalah anak Allah.  Yesus juga berfirman "bukan setiap orang yang berseru kepadaku, Tuhan, Tuhan, yang masuk surga, tetapi mereka yang melakukan kehendak Bapaku (Mat 7:21)" Juga St Yakobus mengatakan, iman tanpa perbuatan adalah mati! ( Yak 2:26).

Kita tidak bisa mengatakan di bibir, Aku percaya akan Yesus atau Aku hidup untuk Dia, tapi kelakuan kita malahan sebaliknya.  Mungkin banyak sekali ikatan2 dalam hidup kita yang Tuhan tidak berkenan kepadanya.  Sometimes kita mengikut Tuhan tapi juga tidak mau melepaskan ikatan2 atau kebiasaan2 buruk kita. Pope BXVI dalam ceramahnya di vatican hari ini Agustus 30 2006 memberikan salah satu contoh kebiasaan2 dan ikatan2 buruk yaitu "Wealth dishonestly obtained".  Banyak dari kita juga yang tergoda mengambil jalan pintas untuk memperkaya diri dengan ketidakjujuran.  Contoh lain adalah dosa pornography, drug or alcohol addiction, atau addiction lain yang membuat kita menjadi hamba akan sesuatu.

Kalau kita telah mengikut Yesus, kita pun harus meninggalkan kebiasaan2 lama yang mengundang atau membuat dosa.  Yesus juga berfirman agar kita untuk menyangkal diri dan memikul salib. Menyangkal diri adalah proses dimana yang tadinya kita suka akan sesuatu tapi tidak berkenan dihadapan Tuhan, sekarang kita berjuang meninggalkannya dan mengikuti Yesus.  Apa untungnya buat kita?

Untungnya adalah " Semuanya itu kukatakan kepadamu supaya sukacitaKu ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh" Yoh 15:11

Tiada satu pun didunia ini yang bisa memberikan sukacita penuh dalam hati kita selain Kasih Yesus, tiada satupun! entah itu kekayaan, jabatan, popularitas dan lain2.  Manusia sering melarikan dirinya untuk mencari sukacita2 yang sementara. Tapi semuanya itu tidak bertahan lama, malah membuat pusing kemudian.  Tapi justru Iblis bekerja dengan giat menipu kita agar kita lari kepada hal2 yang demikian dan membuat kita tidak menemukan obat yang sejati yang bisa memberikan sukacita penuh dalam hati kita, yaitu Yesus.

St Augustine of Hippo menggambarkan hal ini seperti " ikan yang sedang menikmati umpan diujung kail". Maksudnya adalah, Iblis menaruh kita pada keadaaan demikian sehingga kita enak2 makan, tapi ada waktunya ternyata kail itu diangkat dan menusuk rahang kita.  Memang proses menyangkal diri dan memikul salib tidak selalu sukses. Kita jatuh bangun dalam perjalanan dan itu adalah normal.  Di Amsal dikatakan "Orang bijak jatuh 7 kali tetapi dibangunkan sekali lagi".

Kita tidak akan mendapatkan sukacita yang penuh kalo kita terus masih memegang erat kebiasaan2 buruk atau dosa lama;  Mengikut Yesus tapi tidak mau meninggalkan yang jelek.  Kita tidak akan mendapatkan sesuatu jika keadaan seperti itu (Yak 1:7).

Sama halnya seperti orang yang sakit batuk, ingin sembuh, tapi masih terus merokok, kurang tidur, makan gorengan. Begitu pula orang yang menyatakan dirinya pengikut Kristus dan ingin  mendapatkan sukacita penuh tetapi tetap dalam dosa2 yang lama.  Tuhan sungguh panjang sabar, murah hati, tidak selalu menuntut dan penuh kasih.  Dia terus sperti orang tua yang menasehati anaknya yg bandel yang sedang sakit, dan terus berharap agar anak itu sehat.  Dia tidak memberikan beban atau peraturan2 bagi kita, tetapi Dia hanya ingin memberikan Cinta, cinta yang tak ada kondisi, tanpa timbal balik. Terpujilah Dia selama2nya, amin!

God is my Pilot!

August 21st, 2006 by milles-christi

Pilot

Pernah saya melihat bumper stiker mobil yang bertulis"  God is my co-pilot". Sekilas keliatannya betul tetapi sebetulnya tidak tepat.  God should be our pilot and we are the co-pilot.  Dewasa ini, banyak orang hidup dengan mindset"  I want to do what I want to do!"  atau " Don’t tell me what to do" atau" I live my life the way I want and I am the master of my life".  Makanya sekarang ini, banyak orang yang nggak suka dikritik…cepet marah kalo dikasih tau…karena mereka pikir mereka nggak perlu orang lain kasih tau.  Mereka selalu ingin dipuji, tak pernah salah, dan egois.

Bagaimana dengan hidup berserah kepada Tuhan? kita berikan kemudi kepada Tuhan? banyak orang pun merasa takut atau tidak percaya atau mereka pikir mereka bisa mengemudikan hidupnya lebih baik daripada Tuhan.  Mindset yang "live freely" ini bentrok saat kita mengikuti Yesus terutama waktu Yesus berfirman" barang siapa yang ingin menjadi muridku, dia harus memikul salibku dan menyangkal dirinya."  Dengan kata lain kita harus memberikan/meninggalkan apa yang kita "suka" dan mengikutinya. Bagi dunia yang penuh dengan mindset" don’t tell me what to do" ini, kata perintah dan larangan membuat gatal dikuping karena memang tidak ada dalam kamusnya mereka.

Tuhan tidak membuat larangan atau perintah hanya untuk membawa beban. Seperti layaknya seorang bapa yang baik, apabila anak balitanya main sesuatu yang berbahaya, terus bapa atau ibunya berusaha melarang anaknya atau mengambil mainannya, maka si anak pun akan nangis.  Karena si anak tidak tau apa yang baik buat dia, tapi orang tua lebih tau.  Kadang kita pun seperti itu, doa2 kita nggak dikabulkan atau kita kehilangan sesuatu sperti pekerjaan, kita menangis dalam hati dan berkata" kok Tuhan tega?".  Tetapi rencana Tuhan selalu indah dan mendatangkan kebahagiaan bukan kehancuran ( Yer 29:11).  Tuhan hanya mengambil "mainan" tadi dan ingin menggantikan dengan yang lebih baik.  Jadi perintah2 Yesus adalah buat kebaikan kita sendiri bukan hanya sekedar peraturan2 agama, tetapi untuk kebaikan hidup kita agar kita menjalani hidup dalam kepenuhan.  Sebagai orang Kristen, kita harus hidup dan mempunyai iman seperti anak kecil, dalam arti kata "berserah kepada orang tuanya." berserah kepada Dia, apa yang Dia beri dan apa yang Dia ambil.

Injil hari ini (Efesus 5:15-20 )mengatakan "Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh.

Banyak "anggur2 dunia" yang membuat manusia menjadi budak mereka.  Saat kita memberikan "kemudi" kepada nafsu atau keinginan daging, maka destination kita cuman oneway dan itu adalah MAUT(Rm 8:6).    Kalo kita terus membiarkan anggur anggur dunia menjadi raja kita, maka ikatan itu akan semakin kuat dan kuat setiap kali kita menikmatinya atau membiarkannya. Dan akhirnya saat kita ingin lepas…kita baru merasakan betapa susah atau kuatnya ikatan itu.  Singkat kata, apabila kita menjadi hamba mereka, maka kekacauan adalah jaminannya. Kacau dalam hidup, kacau dalam bekerja, dalam serious relationship, dalam keluarga, dalam sekolah dan lain2.  Dari sinilah si Iblis menipu lagi, membisikan hati kita "sudah tanggung" dan kita semakin terjerumus.  Maka dari itu banyak orang yang sudah gagal akhirnya semakin gagal karena ingin melupakan kejadian atau menenangkan dirinya dengan alkohol atau obat2an atau jalan pintas yang lain.

Manusia diberikan "free will" yang adalah suatu anugrah yang luar biasa dari sang pencipta. Tuhan memberikan kuasa atas semua binatang2 dan isi bumi semenjak dunia dijadikan. Tuhan berikan kita the pilot seat and to be in control of everything.  Tetapi manusia jatuh dalam dosa pertama di taman eden, dari situ maut masuk dalam hidup manusia dan manusia mulai mengenal kematian lewat ketidaktaatan manusia pertama.  Tugas kita sebagai seorang pilot sudah gagal dan berakhir…karena sejak saat itu, maut menjadi berkuasa atas manusia.  Sejak saat itu pula, kekacauan, dosa, penyakit, bencana merembet seperti kanker, menggerogoti setiap aspek kehidupan manusia.  Menurut anthropologist, manusia ada sejak 2 juta tahun yang lalu.  Sampai saat ini kita masih terus melihat banyaknya dosa, maut dan kejahatan dalam kehidupan manusia.  Karena manusia tidak berhasil2 juga maka itu datanglah sang penebus Yesus yang mengalahkan musuh no.1 manusia yaitu kematian dengan kebangkitanNYA. Sehingga maut tidak berkuasa lagi atas manusia.  Sekarang kita berhutang padanya, dan seharusnya kita hidup bukan untuk kita tetapi untuk Dia karena kita sudah menjadi milikNYA. 

Sudah saatnya kita memberikan pilot seat kita kepada Yesus, karena kita sudah gagal dan sudah mencoba lebih dari 2 juta tahun.  Dia datang membawa kehidupan, memulihkan keadaan kita menjadi baik, membawa kemenangan atas kematian. Tanpanya, kemanakah manusia akan pergi setelah kematian.  Zaman sekarang banyak orang berbondong2 melakukan research yang mahal dengan upaya untuk hidup selamanya dan tidak mati dari metode di frozen dengan liq nitrogen sehingga kemudian hari bisa dibangunkan kembali. Malah sudah beberapa orang milioner yang sudah daftar untuk mencoba research ini.  Yesus membawa apa yang kita mau dengan  gratis, tetapi mengapa disia2kan?

Kalo kita gagal dalam apapun, maka ingatlah untuk lebih berserah kepada Tuhan because He knows the best more than we do.  It is time to give up the pilot seat and let God takes control then everything will become in order.  Tuhan tidak akan ambil apa2 dari kita, it is free! dan dia memberikan segala2nya bagi kita termasuk hidup kekal yang bahagia.

Oleh karena itu jauhkanlah hal2 yang jahat yang membuat kita menjadi budak.  St Ambrosius berkata" jadilah Raja atas nafsumu" dan bukan menjadi budak keiginan daging.  Efesus 5 juga mengatakan "hendaklah kamu penuh dengan Roh, dan berkata2lah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji2an dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati"

Kehidupan menggereja sangatlah penting, karena bukan dalam kemabukan alkohol kita menemukan jawaban atau kelegaan, bukan juga dalam "anggur2 dunia". Karena semuanya itu hanya mengenyangkan sementara dan lebih pusing kemudian. Tetapi YEsus berkata "barangsiapa minum darahKu, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman Yoh 6:54

Waktu perjamuan terakhir ia mengangkat piala yang berisi anggur dan mengatakannya "inilah darahKu".  Darahnya adalah Anggur yang benar.  Sebagai orang Katolik, hendaklah kita terus rajin dan tekun datang ke Misa disitulah terdapat jawaban dalam semua kesulitan kita. Yaitu saat kita minum anggur yang adalah darahNYA dan roti yang adalah TubuhNYA. Janganlah pergi ke tempat2 yang membuat kita menjadi budak atau hamba nafsu keinginan daging tetapi pergilah ke tempat yang  berkata2lah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji2an dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati (Efesus 5)" Karena disitulah tempat kita penuh dengan Roh Tuhan dan Roh Tuhan yang membantu setiap kesulitan kita.

The Cross-The Life Saver Not The burden

August 13th, 2006 by milles-christi

Lithuania-Hill of Crosses-Pope's Cross

Suatu ketika, ada 2 orang sahabat, yang satu orangnya ramah dan suka mengalah, dan yang satu lagi suka ingin menang sendiri.  Mereka bertemu Yesus dan Yesus berkata kepada mereka " Apakah engkau mau menjadi muridku dan memikul salibku"  mereka menjawab" guru, kami ingin menjadi muridmu dan mau memikul salibmu".  Yesus menunjuk pada dua salib yang ukurannya besar dan yang satunya kecil.  Dia berkata" ambillah salibmu dan ikutlah aku" maka teman yang serakah tadi langsung lari dengan cepat dan mengambil salib yang paling kecil.  Dengan senyum bangga dia merasa menang dari temannya.  Yesus mengajak mereka jalan ke Surga dan mereka sangat senang sekali.   Setelah beberapa lama, mereka mulai lelah terutama seorang teman yang memikul salib yang besar. Dia berkata kepadanya" Guru, sampai kapankah kami harus berjalan"  Yesus menjawab" sebentar lagi, tegarkan hatimu". Akhirnya mereka berada ditepi pantai dan Yesus menunjuk tempat ditengah2 laut…disitulah kita akan mengakhiri perjalanan kita.  Mereka bingung dan bertanya" bagaimana kami bisa sampai kesana, perahu kami tidak punya, dan kami tidak bisa berenang".  Yesus menjawab" Salibmu adalah perahumu, buanglah ke atas air dan naiklah keatasnya."  Si teman yang serakah tadi mulai ketakutan karena salibnya sangat kecil dan tidak mungkin untuk dinaiki. Tetapi si teman yang satunya lagi merasa pengorbanannya tidak sia2 dan telah menyelamatkan dia.

Cerita diatas diambil dari pemikiran St Augustine dari Hippo. Dia berkata" Salib adalah kendaraan kita ke Surga" Kita tahu bahwa Yesus datang bukan untuk memberikan beban dan menuntut kita mencintai Dia tanpa alasan "
Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang ;Luk 19:10"  Beban2 hidup kita memang berat dari masalah ekonomi, pekerjaan, disakiti teman atau orang2 dekat, depresi dan kesepian, kegagalan dalam relationship, penyakit, takut masa depan dan lain2.  Itulah salib2 kita, tetapi sebagai orang yang percaya pada Yesus, kita tidak boleh melihat salib hanya sebagai beban saja.  Salib yang tadinya identik dengan hukuman yang paling berat untuk penjahat pada 2000 tahun yang silam, identik dengan kematian dan kengerian atau kekalahan, tetapi setelah Yesus bangkit, semuanya itu luntur dan diganti dengan kemenangan, sukacita, pengharapan, dan kebahagiaan.  Oleh karena itu, janganlah kita memandang salib2 hidup kita dengan gemetar karena kita bukan lagi hidup dalam jaman itu, tetapi inilah jamannya pembebasan, Yesus membebaskan kita dari kematian sekalipun dan menjanjikan hidup bahagia yang kekal bersamanya.  Sejalan juga dengan St. Yakobus yang mengatakan" berbahagialah orang yang jatuh dalam pencobaan2, karena akan membawa ujian terhadap imannmu, ketekunan, buah yang matang dan sempurna".  Kita akan menuju ke Surga dengan iman yang matang, yang penuh pengharapan dan tidak putus asa.   

Kuatkanlah hatimu saudara2ku yang sedang mengalami pencobaan2 hidup entah apa masalahnya. Yesus memberi contoh untuk meraih kemenanganNYA, dia jatuh 3 kali dan bangun 4 kali untuk menyelamatkan umat manusia.  Orang yang hebat adalah bukan orang yang tak pernah jatuh tetapi orang yang jatuh tetapi terus bangkit kembali.  Janganlah kita khawatir, karena kemenangan sudah ditangan dan itulah janji Yesus dan dia tak pernah bohong.  St Paulus mengatakan" kita lebih dari umat pemenang".  Dia terus memberikan kekuatan dan tidak membiarkan dicobai lebih dari kemampuan kita selama kita terus dalam pengharapan kepadaNYA, amin!

True Love, True Feeling, True God

April 19th, 2006 by milles-christi

baloon20

Shalom bloggers!

Baru2 ini kita merayakan Paskah…kemenangan kita atas kematian lewat pengorbanan Yesus Kristus.  Waktu ikut misa Kamis putih…hati gua sangat khusuk…rasanya sperti balon diisi sama helium…yang membesar dan siap terbang, sungguh manis sekali…dan penuh cinta.  Perasaan rendah hati dan cinta mengenang perjamuan makan terakhir Yesus yang mencuci kaki para muridnya…membuat gua speechless dan hanya tertunduk kagum.  Saat mencium kakinya di Salib suci, perasaan itu datang lagi, hati yang penuh diisi oleh cinta Tuhan sperti balon gas…membuat badan seperti ingin terbang.  Bagaimana gua bisa menggambarkan perasaan itu?…I lost my vocabulary!

His love is overwhelming to me…when I come in nothingness…the Spirit breathes fill up my heart.

Tiba2 si Musuh melempar jerat dalam pikiran gua…"jangan-jangan gua mencintai yang nggak ada!" atau " hanya positive thinking yang seolah2 ada higher being yang mencintai kita…tapi sebenarnya adalah perasaan bohong yang ingin menyenangkan diri sendiri…membohongi diri sendiri…sebagai pelarian dari kekecewaan dunia"

Apalagi di tengah2 maraknya media menyebarkan bahwa Tuhan itu tidak ada, mukjijatnya tidak  betul2 terjadi.  Menjelang paskah…tayangan2 seperti Gospel of Judas, Davinci Code, Science of the Bible, Stigmata(is it true?)…semuanya berusaha melunturkan arti kebesaran ilahi Tuhan kita dan digantikan dengan pengertian otak kecil manusia. Anehnya orang2 yang katanya katolik lebih suka membaca Davinci Code dan tidak pernah membaca kitab suci.  Anehnya lagi mereka lebih percaya yang fiksi novel daripada firman Tuhan yang hidup.

Gua tau…memang ada yang iri kalo kita dicintai Tuhan…yang iri adalah yang nature-nya tidak bisa mencintai…yaitu si Iblis!

Pikiran diatas bukan pertama kali mampir di otak gua.

Tuhan pun mengingatkan dalam sekejap…" dulu ada teman yang sangat berkarisma, semua orang pengen deket sama nih orang, semua berusaha me-lobby supaya bisa jadi temen deketnya, karena dia orang beken/popular di sekolahan.  Tanpa sadar gua juga ikutan…tapi karena gua selalu yang memulai dalam segala sesuatu dalam friendship yang baru ini… dan dianya nggak ada responsnya dan hanya menerima, tapi tak memberi maka…the friendship did not go as expected and did not last long.  Because the feeling was not there, because the true friendship was not there in the first place." 

Moral dari pikiran sekejap diatas adalah…

Feeling eventually dies when the response is one way.   Bahkan tidak bisa mencapai "Perasaan" itu selain perasaan kebohongan diri sendiri bahwa diriku dicintainya. Kebohongan jawaban atas pertanyaan " apakah dia menganggap diriku teman baiknya" dan diri kita menjawab "kayanya sih iya".

Perasaan yang gua alami bersama Tuhan…tidaklah mungkin palsu atau cuman perasaan positive thinking yaitu merasa dicintai oleh sesuatu yang tidak ada atau cuman filosofi doang.  Karena perasaan itu menginap lama di hati gua…terus menerus membakar dan berpijar; tanda sesuatu cinta yang hidup.

Kita tidak bisa meniru perasaan Cinta sejati yang kaya tadi dengan memilih sesuatu diatas  atau dibawah bumi dan kita menetapkannya sebagai tuhan yang disembah tiap hari. karena semuanya itu pasif, tidak bisa mencintai balik.

Mungkin yang ada adalah perasaan percaya kita yang keliru, atau perasaan takut dan hormat, atau perasaan kagum dan angker akan sesuatu yang kita sembah atau kita "pikir" itu tuhan kita.  Tapi perasaan dekat di hati, cinta yang berpijar dan merasakan getarannya dalam hati meskipun dalam kesusahan tidak bisa ditiru selain berasal dari Cinta yang hidup, bukan dari patung atau batu atau orang mati, tetapi dari Allah yang bangkit dan hidup!

Firmannya digenapi didepan  mata gua sendiri" Carilah, maka kamu akan menemukan"

Waktu gua mencari gua menemukan, tetapi sebetulnya bukan gua yang memulai tapi Dia yang memulai "

Yoh 15:16 Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu

Saudara-saudaraku….carilah Tuhan dengan segenap hati, dialah jawaban dari segalanya karena dialah pencipta segalanya, yaitu segala yang baik!

Tuhan Memperhatikan

March 6th, 2006 by milles-christi

Hari ini gua literally cape sekali dalam tubuh, jiwa, dan Roh.  Puji Tuhan kemaren baru film taping buat Life Giving Network dari jam 9 pagi sampe jam 11 malem baru nyampe rumah.  Karena acara ini sungguh akan membawa berkat bagi banyak orang, maka serangan2 si Iblis pun sangat gencar. Contoh waktu episode ke 2 tiba2 perasaan gua bisa kesel dan down sekali kaya orang tertimpa masalah besar. Sehingga episode kedua susah konsentrasi. Para kru juga merasakan berbagai macam serangan2/gangguan dari minggu kemaren malah. Pagi hari gua bangun…badan kayanya mau remuk…kemanisan hati karena getaran cinta Tuhan yang biasa dirasakan dalam dada gua hilang.  Tapi nggak lama hilangnya karena sungguh Tuhan pun sentimentil dan menunjukannya kepada gua.  Waktu nyetir…udaranya mendung karena mau hujan dan cocok sekali buat keadaaan hati gua.  Bayangin kalo lagi cape2 begini udaranya cerah dan panas matahari bersinar tak tertutup awan.  Biasanya kita senang dengan udara cerah….tapi sometimes kalo lagi lesu…mendung justru lebih bersahabat.  Gua mengucap syukur sambil menyetir karena gua merasa hari ini biarpun cape tapi gua bisa beristirahat dari matahari yang terik…traffic yang ajubile biasanya…tumben2nya hari senin kosong banget sehingga gua nggak kecapean macet 1jam 30 menit sperti biasanya.  Gua merasa Tuhan memperhatikan gua dari hal2 yang kecil sampai perkara2 yang besar.  Tuhan memberikan istirahat buat anaknya yang cape hari ini dan bumipun menurut atas perintahnya untuk memberi dukungan buat gua.

Bayangkan kalo Tuhan bisa memerintah langit,matahari dan awan hanya untuk hal yang kecil supaya gua nggak kepanasan diwaktu yang letih ini, bayangkan apa yang akan Tuhan suruh waktu kita berperkara besar?

Mungkin ada yang pikir "Ahhh…biasa aja dong ‘nest…hal kecil gitu dibesar2in"

Bayangkan kalo kita sedang jatuh cinta di SMA, apabila doi incaran anda memungut pensil yang jatuh dari meja anda, dan memberikannya kepada anda…pasti hati anda berbunga2 seharian dan cerita2 ke teman lain  " ihh..gila..si A tadi ngambilin pensil gua man…sampe deg2an gua" mungkin peristiwa itu akan teringat2 terus sampai nggak tau kapan.  Sama halnya kalo kita merasakan jatuh cinta dengan Tuhan…hal2 yang kecil pun sungguh berarti buat kita.  Jatuh cinta dengan Tuhan melebihi perasaan senang apapun didunia ini

Road To Hana(God Shines Beauty In Our Life)

February 5th, 2006 by milles-christi

Gua sangat bersyukur kepada Tuhan karena minggu kemarin bersama dengan istri tercinta :), bisa vacation satu minggu penuh menghilangkan stress.  Liburannya penuh dengan sukacita, lay back and relax abis dan yang selalu setia adalah pembelaan Tuhan dalam setiap kegiatan.  Hari selasa pagi kita berangkat pagi2 dari Ka’anapali ke Hana (Maui).  Denger2, jalan ke hana kata orang2 seperti "if heaven had a highway". Road_to_hana Perjalanannya rada sulit karena sekitar 50 miles jalan berliku2 dan sempit. Kadang jadi satu jalur, jadi harus ngalah kalo ada 2 mobil berlawanan arah. Terus ada bagian sekitar 10-15 miles nggak diaspal/dirt road.  Walaupun rada sulit jalannya, tetapi pemandangannya luar biasa…Hutan tropis yang lebat banget…sampe rada gelap jalannya plus banyak air terjun, dan sebelah kanan adalah laut yang biru muda jernih dibawah tebing.  Wuahhh, benar2 indah ciptaan Tuhan.  Gua demen banget sama nature dan hati gua selalu tercengang2 kalo melihat keindahan alam. Karena dari keindahan alam kita bisa melihat keindahan penciptanya (Kebijaksanaan Salomo 13:3). 

Setelah puas mengunjungi setiap point of interest yang tersembunyi(karena harus hiking dulu baru keliatan), akhirnya kita balik pulang ke Ka’anapali jam 5 sore.  Perhitungan gua 2 jam nyampe karena gua mau menghindari nyetir gelap2(jam 7 baru gelap).

Ternyata perhitungan salah, belum setengah jalan pulang, udah gelap.Unpaved_road_to_hana   Jalanan pulang ternyata road dirt/unpaved road dan setengah lagi gravel.  Waduh gua nggak bisa cepet jalannya karena pake mobil sewaan.  Tadinya waktu terang, pemandangannya baguussss sekali, terus setelah gelap, sunggguuuuh menyeramkan.

Gua and wanny dag-dig-dug selama perjalanan pulang.  Si wanny tegang, gua yang nyetir nggak kalah tegangnya, karena gelapnya pekat, tambah jalanan yang amburadul, sempit dan pinggirnya jurang.  Sangking tegangnya, kaki gua sama si wanny pegel2.  Meskipun ada 1 mobil didepan, 3 mobil dibelakang yang selalu iring2an(mungkin karena mereka takut juga :) ), tapi rasa tegang itu nggak ilang.  5 mobil iring2an terus nggak ada yg ketinggalan, kalo depan gua ngebut, gua juga ngebut, dan yang belakang nggak ketinggalan.  Situasi tegang kaya gini berlangsung kira2 1 jam lebih dikit sampe akhirnya kita ketemu jalanan gede yang mulai ada lampu, kontan 5 mobil yang iring2an tadi mencar semuanya(ketauan berarti tadi pada takut semua :) ) dan kaki gua dan wanny sekarang bisa lemes kembali dan relax :).

Malemnya sebelum tidur gua doa mengucap syukur buat hari itu, tiba2 split second, gua dapet pengertian dihati gua.  Bener2 less than one second, gua bisa mendapat pengertian yang lumayan panjang.  Dan seperti itu biasanya kalo Tuhan mengajar hati kita, in a flash second but you got a lot!

Pengertiannya adalah pemandangan yang luar biasa buagusssnya itu kalo tanpa cahaya bisa menjadi suatu yang menyeramkan sekali.  Dari situ gua mengerti bahwa hidup ini, kalo tanpa Cahaya(God is the light)/Tuhan memang akan menjadi seram dan kehilangan keindahannya. Hidup ini indah hanya karena ada Tuhan.  We are beautiful because we reflect His light/image(Kej 1:26).

Dulu gua inget banget waktu praktek biologi SMP kelas 1, adalah biji kacang ijo ditaruh dalam 3 toples berbeda2. Yang pertama, toplesnya tertutup dan dibungkus kertas karbon hitam(nggak boleh kena sinar matahari) dan bijinya ditaruh di kapas basah. Yang kedua, toplesnya clear(kena sinar matahari),ditutup, tapi kapasnya nggak ada airnya. Dan yang ketiga, toplesnya clear(kena matahari), ditutup, kapasnya basah.  Ketiga2nya dibiarkan seminggu terus baru diliat.  Yang pertama begitu dibuka…baunya busuk dan bentuknya jelek banget…karena nggak kena sinar matahari sehingga mati.  Tapi yang ketiga, biji itu tumbuh jadi pohon kecil yang menyentuh tutup toplesnya, dan kelihatan sehat sekali.

Hidup kita tanpa "Cahaya" akan menjadi busuk dan tidak berbuah.  Tetapi waktu kita Hidup dalam Dia, maka kita berbuah banyak (Yohanes 15:5). 

Sometimes, hati kita "tertutup kertas karbon hitam" tadi, kita tidak membiarkan Cahaya Yesus untuk masuk kedalam hati kita dan Yesus dengan setia selalu menunggu didepan pintu hati kita ingin menunjukan sesuatu rancangan yang indah dan penuh kebahagiaan buat kita(Yeremia 29:11).  He is the anwers to all our problems, small ones and big ones, even the impossible ones.  He will help if we let him do so and your life will be beautiful and you will live your life to the fullest.  O’ sweet Jesus, please and please come and stay in our heart forever and ever and make our life so beautiful as beautiful as your image, amin!

Conversion of Peter(Disciple’s Path)

January 27th, 2006 by milles-christi

31633_lead_image

Peristiwa Petrus menjadi penjala manusia di Lukas 5:1-11 sungguh menggambarkan perjalanan seorang murid Tuhan. Bagi kita yang terlibat dalam pelayanan gereja dalam berbagai macam bentuk, sungguh kita harus mengimani sungguh2 perjalanan pertobatan Petrus. Dari situ pelayanan kita akan serupa dengan pelayanan seorang murid yang sejati.  Dari sini kita bisa menjawab pertanyaan2 dan problem2 klasik yang muncul dari pelayanan kita sebagai contoh:

1. Kejenuhan dan kecapaian dalam pelayanan

2. Kekeringan hati(merasa jauh dari Tuhan).

3. Beban pelayanan terasa berat dan kasih mula2 pelayanan mulai luntur.

4. Untuk tahun berikutnya kita enggan melayani lagi.

Dari Lukas 5:1-11 ada beberapa hal penting yang kita bisa belajar.

I.  Mengundang/Membiarkan Yesus Datang Dalam Perahu Kita

Petrus seorang nelayan berpengalaman telah mencari ikan semalaman. Pagi2nya dia beserta nelayan yang lainnya balik ke pantai dan disitu Petrus bertemu dengan Yesus yang sedang mengajar banyak orang.  Gambaran pertama yaitu "Yesus naik ke perahu Simon dan mulai mengajar" memberikan makna bahwa waktu kita pasrah mengundang Yesus sepenuhnya di hati kita, maka Yesus akan berlabuh dan memulai pengajaran kepada hati kita.  Kadang kala yang menjadi hambatan untuk pasrah adalah kesombongan akal budi kita karena kita merasa pintar ,berpendidikan, and intelektualis.  Banyak orang selalu mau mengenal Tuhan secara penuh dari otak dulu baru ke hati. Padahal otak yang kecil tidak akan bisa mengerti akan kebesaran Tuhan kalo tidak datang dari hati (Allah itu Roh dan barangsiapa  menyembah Dia, harus menyembahNYA dalam Roh dan kebenaran Yohanes 4:24).  Manusia diciptakan dari Cinta Tuhan, oleh Cinta, dan untuk Cinta. Karena manusia berasal dari Tuhan, maka setiap hati manusia telah diberikan kehausan akan Cinta Tuhan dan untuk mencariNYA. Jadi manusia mengenal Tuhan dari cinta yang terukir dalam hatinya dan hati memberikan kesaksian yang dapat dimengerti oleh manusia lewat akal budi/otak.  Katekismus gereja Katolik mengatakan Tuhan memberikan setiap manusia akal budi yang cukup untuk mengenal Tuhan. Supaya apa yang dirasakan hati bisa dimengerti oleh manusia lewat otaknya.  Jadi perjalanannya sebetulnya dari hati ke otak bukan otak ke hati!

Yang kita harus lakukan adalah menjawab kehausan tadi, sehingga Yesus berlabuh dalam perahu kita. Waktu Yesus ada diperahu kita, kita tidak usah takut akan badai!

II. Ketaatan Dalam Tugas Pelayanan Akan Menuntun Kita Pada Mukjizat

Setelah Yesus selesai mengajar, maka Dia menyuruh Simon untuk menebarkan jala lagi ke tempat yang dalam.  Sebagai nelayan yang berpengalaman, Simon/Petrus mestinya akan berpikir, " Siapa nih orang?, nelayan bukan, pelaut juga bukan, tau apa dia? gua sepanjang malam aja tidak menemukan apa2, buat apa gua percaya" Tapi kepasrahan Petrus membuahkan hasil, akhirnya Petrus melaut lagi dan mukjizat terjadi, perahunya koyak kepenuhan ikan!

Setelah kita membiarkan Yesus berlabuh di hati kita dan mengajar, langkah selanjutnya bagi kita adalah dengan taat untuk melangkah!  Saat kita taat mendengarkan bisikan Yesus dan berjalan, biarpun situasi di sekeliling pelayananan kita tidak memungkinkan, kita akan melihat hal2 besar yang terjadi didepan mata kita.  Sesuatu yang belum pernah terbayangkan terjadi didepan mata kita sendiri.

III.  Pertobatan Hati

Setelah Petrus melihat mukjizat itu, dia pun tersungkur didepan kaki Yesus dan berkata" Pergilah daripadaku karena aku ini orang berdosa".  Kadangkala, seringkali kita acuh tak acuh terhadap Tuhan.  Dan biasanya Tuhan memakai segala cara agar kita yang cuek ini kembali mengenalNYA.  Tuhan dari zaman Abraham sampai saat ini selalu menyongsong manusia dan memperkenalkan diriNYA sebagai Tuhan atas segala bangsa2.  Salah satu cara Tuhan mencuri perhatian kita agar kita kembali kepadanya adalah lewat mukjizat2 yang terjadi dalam hidup kita.  Mukjizat yang dimaksud tidak perlu selalu spektakuler sperti orang mati bangkit lagi atau orang buta melihat.  Tapi lihat dari jalan2 hidup kita yang buntu dan tiba2 Tuhan membukanya sebagai contoh: mendapat pekerjaan, pasangan hidup yang cocok, kesehatan, status bagi yang tinggal diluar negri. Semakin kita mengenal TUhan, maka mukjizat sering terjadi dalam hal2 kecil yang biasa tak terlihat.  Sikap kita setelah melihat mukjizat dalam hidup kita adalah menyerahkan hidup kita kepada Tuhan, karena Tuhan baru membuktikan kepada kita bahwa Akulah Tuhan atas hidupmu! Dia yang bisa memberikan yang lebih baik dari apa yang kita rencanakan sendiri.  Kepasrahan kepada Tuhan berarti memberikan hidup kita kedalam sukacita dan keberhasilan hidup yang penuh.

IV.  Menjadi Saksi Bagi Banyak Orang(Evangelisasi)

"Jangan takut mulai sekarang engkau akan menjadi penjala manusia. Dan sesudah mereka menghela perahu2 ke darat, merekapun meninggalkan sesuatu dan mengikut Yesus(Luk 5:10)."

Setelah merasakan Cinta Yesus lewat mukjizat2 dalam hidup kita, maka hati kita berkobar2 sperti api disiram bensin.  Disinilah letak kekuatan pelayanan kita setelah melewati beberapa tahap diatas.  Kalo kita merasakan api itu mulai padam, maka kita balik ke tahap2 diatas dan menanyakan kepada diri kita sendiri:

1.Apakah kita kurang mengundang Yesus(kurang doa, membaca kitab suci, mengasihi sesama)?

2. Apakah kita kurang taat menjalankan panggilan dihati kita( mungkin kita kurang  percaya diri, takut, dan lain2.)

3. Apakah kita kurang melakukan pertobatan hati dan senantiasa memelihara dosa2 kita? kebiasaan2 buruk yang tidak berkenan dihadapan Tuhan.

Jantung pelayanan kita adalah Kasih Tuhan yang berkobar2 dihati. Kita terus mengejar kehausan hatiakan Tuhan lewat doa, merenungkan Kitab Suci, ikut persekutuan2 doa di komunitas kita, dan yang paling penting adalah "Give us the daily bread" not only ordinary bread but the Bread of Angels!  Seperti St Pio katakan, " We should come to the table to eat the bread from heaven daily!".  Bagi yang belum tahu (soalnya waktu itu ada yang nanya, emang hari biasa ada misa? ) dan jawabannya adalah Misa ada setiap hari. Please untuk sempatkan waktu sebelum atau sesudah kerja untuk ke Misa (hanya 30 menit kalo misa harian). Lewat Misa sungguh pelayanan kita sangat amat dikuatkan dengan kekuatan Ilahi.  Misa adalah perayaan sempurna bagi umat Katolik karena persembahan yang sempurna yaitu Yesus Kristus diatas altar dipersembahkan bagi Tuhan dan kita bersatu didalam persembahan sempurna itu lewat komuni, Dia didalam kita, kita didalam Dia.

Kita juga perlu ingat hal yang sangat penting dalam pelayanan kita.  Api yang berkobar2 yang tidak terfokus akan membakar diri kita sendiri. Maksudnya begini, kita harus focus kemana arah pelayanan kita dan fokus kekuatan kita untuk mendukung pelayanan yang ditunjukan Tuhan. Banyak yang sibuk melayani kiri kanan, melayani permintaan dari berbagai golongan umat dan akhirnya pelayan ini kecapean. Memang kadang bingung, karena semua permintaannya baik, karena semuanya buat Tuhan. Tapi justru itu yang dituntut dari pelayan yang matang adalah discern all the callings and go only when the Lord says so.  Itulah yang digambarkan Yesus saat Dia mengutus 70 muridnya dan berkata" janganlah memberi salam kepada siapapun selama dalam perjanalan".  Zaman itu, kalo bertemu orang dijalan dan memberikan salam, akan terus akrab dalam pembicaraan dan ujung2nya biasanya orang itu mengundang untuk menginap dirumahnya. Nah, kalo tujuannya ke kota A tapi dalam perjalanan ke kota A tadi ketemu orang dari kota B, dan orang B tadi mengundang untuk menginap dirumahnya, maka tujuan murid2 Yesus tadi akan membelok. 

Contoh lagi, seringkali gua dateng ke restorant untuk makan dessertnya doang, tapi setelah duduk lihat appetizer terus diajakin sama temen2 yang lain untuk cobain main menunya, karena keliatannya enak2 semua dan baik, akhirnya gua pesen juga.  Tapi setelah kenyang makan appetizer dan main entree-nya, keinginan untuk makan dessertnya sudah hilang.

Analogi diatas mirip waktu pelayanan kita nggak fokus, ke kiri, kanan…akhirnya yang Tuhan tunjukan tidak tercapai! desire-nya udah hilang.

Untuk kali ini, sekian dulu share-nya tentang pelayanan (dah malem…ngantuk nih :) ) , karena masih banyak lagi yang bisa kita bicarakan mengenai pelayanan karena kita akan terus selalu belajar dalam pelayanan kita.

Yang penting adalah jangan hitung2 betapa capenya kita melayani umat Tuhan karena berkat TUhan tidak terhitung bagi kita.  Jangalah menganggap sia2 pelayanan kita, karena Tuhan berfirman "engkau layak mendapat/tidak kehilangan upahNYA".  Lebih dari itu, janganlah kita melayani Tuhan karena upah, karena hubungan kita akan seperti juragan dan orang suruhan, tetapi kita melayani karena Cinta dan disitu hubungan kita seperti Bapa dan anak!

picture taken from www.catholicexchange.com